Senin, 22 September 2008

All About Sepakbola Indonesia

ada apa dengan sepakbola indonesia mungkin itu yang ada dalam benak kita. selama ini sepak bola indonesia telah mengalami carut marut.tawuran ulah suporter, pelemparan dan pemukulan wasit,jadwal pertandingan yang sering direvisi nggak jelas sebabnya, sampai PSSI yang tekena ultimatum badan sepak bola FIFA hingga membuat berang federasi sepakbola dunia. belum lagi menpora hinnga turun ikut memberi warning keras terhadap tentang ketua umum PSSI dan aturan dana APBD untuk Klub sepak bola.
Begitulah fakta tentang sepakbola Indonesia, Itu belum lagi kalau kita lihat bagaimana rendahnya fair play yang ada dalam kejuraan liga Indonesia di mana persiraja juga ikut main. Banyak sekali permainan sabun menjelang akhir kompetisi untuk meloloskan klub2 tertentu ke senayan. Contohnya ketika Pelita jaya jakarta mengalah pada mataram Indocement saat kompetisi ligina tahun 1995 untuk menyingkirkan persiraja.

Dulu ada juga cerita tentang Mursyid Efendi yang melakukan gol bunuh diri biar kalah lawan Thailand di piala Tiger lantaran takut ketemu Vietnam di semifinal. Dan ternyata kemudian memang benar2 tak ketemu Vietnam karena dikalahkan singapore di semi final.

Yang paling lucu adalah saat PON 1993 ketika Aceh kalah 6-3 lawan Irian Jaya di final, penyerang Irian waktu itu David Saidui memasukkan bola dengan pantat ke gawang Aceh yang sudah kosong ditinggal kiper.

Diluar lapangan juga banyak kejadian lucu. Ketua umum PSSI sampai sekarang masih dipenjara karena terlibat korupsi tapi tetap dipertahankan sebagai ketua umum meskipun menyalahi peraturan FIFA.
Nah, hubungannya dengan sepakbola Aceh, Saya mengusulkan agar Aceh jangan terlalu banyak menghabiskan biaya untuk mengikuti kompetisi di Indonesia yang sudah demikian amburadul. Biarkan persiraja dan klub2 di Aceh berkembang apa adanya dengan pemain2 lokal. Tak perlu terlalu serius mengikuti liga Indonesia yang terlalu banyak kejanggalan. sumber detik.com agustus 2008
Suporter Persitara Tewas
Kepolisian Siap Usut Hingga Tuntas
Rossi Finza Noor - detiksport

Jakarta - Kasus tewasnya seorang suporter Persitara oleh sekelompok oknum tak dikenal akan diusut hingga tuntas. Pihak Polda Metro Jaya kini tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah seorang pendukung Persitara, Dian Rusdiana (16), menjadi korban penyerangan sekelompok orang tak dikenal usai mendukung timnya berlaga di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (20/9/2008) malam.

Ia sempat dibawa ke rumah sakit dan diperbolehkan pulang keesokan harinya, Minggu (21/9/2008) karena pihak dokter menyatakan tak ada masalah. Namun, Dian akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada pukul 18.00.

Kabar tersebut pun sampai ke telinga Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI) Djoko Driyono. Ia pun langsung mengambil tindakan dengan melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya yang berjani akan mengusut kasus ini hingga tuntas karena sudah termasuk dalam tindakan kriminal.

"Jadi, kita kemarin dengar bahwa ada seorang suporter Persitara diserang oleh sekelompok orang tak dikenal di pintu tol Lebak Bulus. Kita sudah koordinasikan kasus ini dengan pihak kepolisian. Kesimpulannya, ini adalah tindakan kriminal," tandas Djoko kepada detiksport.

"Ini adalah murni kasus kriminal. Pihak Polda Metro Jaya akan mengusut kasus ini hingga tuntas. Kita tak mau kasus ini membuat masyarakat suporter secara keseluruhan ternoda akibat ulah sekelompok oknum di luar kelompok suporter," tegasnya.

Ini bukan pertama kalinya seorang suporter klub tewas seusai mendukung timnya berlaga. Beberapa bulan lalu, salah seorang fans Persija, Fathul Mulyadin, tewas dalam keributan antar suporter di Senayan pada putaran Final Liga Indonesia musim 2007/08.

Untuk mencegah insiden serupa terulang lagi, Djoko pun mengimbau kepada seluruh kelompok suporter untuk mengorganisir anggotanya. Dengan komunikasi yang intens, diharapkan keamanan suporter akan lebih terjamin.

"Pertama, memang pengawasan terhadap aktivitas suporter di luar stadion adalah sesuatu yang tidak mudah. Kita harap koordinator suporter serta pimpinan wilayah-wilayah melakukan komunikasi yg lebih intens kepada angota-anggotanya."

"Kami harus sampaikan bahwa ini berlawanan dengan spirit kelompok suporter yang sebenarnya. Pada dasarnya seluruh kalangan kelompok suporter yang terdiri dari berbagai umur dan profesi tidak menyukai hal ini. Jadi, jangan sampai ulah sekelompok orang menodai spirit kelompok suporter," pungkasnya.

( roz / arp ) (sumber detik sport 22/09/2008)

TIMNAS INDONESIATAHAN IMBANG MANCHESTER UNITED 0 - 0
Timnas Indonesia pernah berhasil menahan imbang Manchester United (Inggris) 0-0. Ya, itu terjadi pada hari Minggu, 1 Juni 1975 di Stadion Utama, Senayan, Jakarta. Namun demikian, pertandingan tersebut bukanlah satu-satunya pertandingan, tetapi merupakan salah satu dari tiga pertandingan segitiga internasional di Jakarta (Indonesia).

Dalam pertandingan melawan Manchester United (MU) itu, timnas Indonesia Tamtama menurunkan formasi: Rony Paslah, Sutan Harhara, Oyong Liza, Suaib Rizal, I. Ibrahim, Anjas Asmara, Nobon, Waskito, Djunaidi Abdillah, Risdianto, dan Andi Lala. Sementara MU menurunkan formasi: Alex Stepney, Alex Forstyth, Arthur Alliston, Gerry Daly, Jimmy Micholl, Jim McCallog, Trevor Anderson, Sammy McIlroy, Stuart Pearson, David McCreery, dan Tony Young.

Hasil pertandingan lainnya: Ajax Amsterdam vs Manchester United 3-2 (Selasa, 3 Juni 1975) dan Ajax Amsterdam vs Indonesia 4-1 (Kamis, 5 Juni 1975).

1.
Ajax Amsterdam (Belanda)
2 2 0 0 7-3 4
2.
Manchester United (Inggris)
2 0 1 1 2-3 1
3.
Indonesia
2 0 1 1 1-4 1

RANGKING INDONESIA NAIK 15 PERINGKAT FIFA

Sukses menjadi juara Piala Kemerdekaan, bulan lalu, mendongrak posisi tim nasional Indonesia dalam daftar ranking FIFA bulan Agustus.

Jika sebelumnya, Tim Merah Putih ada di posisi 147, kini naik 15 peringkat ke posisi 132 dunia.

Prestasi ini didapatkan berkat tambahan 15 poin yang diperoleh setelah Indonesia (senior) menjadi juara di Piala Kemerdekaan 2008. Meski ada catatan Indonesia menang karena Libya, lawan di final, enggan meneruskan pertandingan.

Dari empat laga yang dilakoni di Piala Kemerdekaan, hanya dua yang masuk kategori A FIFA yaitu saat mengalahkan Kamboja 7-0 dan Myanmar 4-0.

Dua laga lainnya tidak dihitung FIFA karena melawan timnas U-23 Indonesia dan timnas U-21 Libya.

Apakah posisi ini akan bertahan? Bertambah baik? Atau melorot lagi? Kita tunggu pengumuman ranking FIFA selanjutnya 8 Oktober mendatang.

Ranking Dunia FIFA

  • 1. (1) Spanyol, nilai 1,565 poin
  • 2. (3) Italia, 1,339
  • 3. (2) Jerman, 1,329.
  • 4. (5) Belanda, 1,295
  • 5. (5) Kroasia, 1,266
  • 6. (4) Brasil, 1,252
  • 7. (6) Argentina, 1,230
  • 8. (8) Republik Cek, 1,134
  • 9. (9) Portugal, 1,120
  • 10. (13) Turkei, 1,033
  • 11. (12) Prancis, 1,019
  • 12. (10) Rusia, 1,013
  • 13. (11) Rumania, 1,007
  • 14. (15) Kamerun, 999
  • 15. (14) Inggris, 991
  • 16. (16) Skotlandia, 976
  • 17. (17) Bulgaria, 976
  • 18. (18) Yunani, 921
  • 19. (20) Israel, 874.
  • 20. (19) Ghana, 864
  • 21. (21) Mesir, 841
  • 22. (24) Uruguay, 817
  • 23. (25) Ivory Coast, 814
  • 24. (32) Meksiko, 807
  • 25. (22) Paraguay, 801
  • 132. (147) Indonesia, 210